Sabtu, 12 November 2022

Menggali Khazanah Ilmu Tauhid di Bumi Eropa. Apa itu "Teologi Islam"?



17 Rabiul Akhir 1444 H

Berbicara ilmu tauhid, tentu akan muncul banyak pertanyaan serta argumentasi teologis mengenai hal-hal yang berkaitan metapyhsik seperti Dzat Allah, Jin, Malaikat maupun hal dan eksistensi lain yang tidak bisa dirasionalkan dan tak nampak pandangan nya oleh mata dan akal sehat kita sebagai manusia.

Pertanyaan akidah mendasar bagi kita seorang manusia bisa awali dengan "Apakah eksistensi Allah sebagai Tuhan itu benar adanya? lalu bagaimana pembuktian nya?". 

Maka tugas seorang teolog menjawab pertanyaan ini melalui argumen-argumen akidah yang bisa diterima oleh penalaran akal sehat dan keyakinan yang lurus yang bersandarkan Al-Quran dan Sunnah melalui metode-metode empiris secara normatif dan sistematis

Ranah keilmuwan yang abstrak nan luas khazanah pemikiran nya serta sudut pandang nya mengenai Sang Pencipta, ini termasuk menjadi suatu bagian kajian dalam disiplin ilmu Teologi Islam.

Apa itu Teologi dan kaitan nya dengan Islam? Mengapa Teologi Islam?

Teologi merupakan sebuah disiplin ilmu yang secara historis sangat erat kaitan nya dengan keilmuwan barat yang berasal dari para filusuf yunani kuno. Jauh sebelum kelahiran serta kedatangan Nabi Isa A.S. dan Nabi Muhammad ﷺ di bumi ini, para ilmuwan dan filusuf yunani sudah lama mendiskusikan diskurs ilmu mengenai ketuhanan.

Melihat dari sejarah nya, teolog besar pertama sekaligus yang menggunakan istilah "Teologi" pertama kali ialah Plato (423-348 SM). Bagi Plato Teologi merupakan suatu studi tentang realitas abadi beserta alam nya dalam suatu ide gagasan. 

Muridnya Plato, Aristoteles (384–322 SM ) berpendapat bahwa Teologi merupakan studi mengenai bentuk tertinggi dari suatu realitas yang ia sebut sebagai the first substance. Aristoteles juga berpendapat mengenai tiga cara teoretis serta spekulatif untuk berpengetahuan: yaitu melalui dengan sistem matematis, fisikal, dan teologis. Cara teologis disebut nya sebagai salah satu jalan yang paling terhormat.

Asalnya kata Teologi secara harfiah diambil dari bahasa yunani yang memiliki arti "perkataan atau ucapan Tuhan". Teologi diambil dari kata theós (θεός): Tuhan. dan lógos (λόγος): perkataan, ucapan, kata.

Secara sederhana Teologi berarti "ilmu tentang (memahami) Tuhan atau ilmu ketuhanan‟. Dengan demikian Teologi bisa dikatakan suatu ajaran pokok, teori atau ilmu mengenai permasalahan Tuhan. 

Tujuan umum dari Teologi sendiri ialah melakukan upaya atau usaha bagi pemeluk suatu agama tertentu untuk memahami, mendalami dan mengemaskan isi dari agama nya secara sistematis. Hal ini dikarenakan setiap orang beragama dari latar belakang apapun ingin mengetahui seluk beluk agamanya, maka dari itu perlu adanya ilmu ini sebagai ilmu yang membahas masalah seputar identitas ketuhanan agar tidak mudah digoncangkan oleh adanya perubahan zaman.

Dalam kitab miftāḥ as-saʿāda wa-miṣbāḥ as-siyāda karangan ulama osmani Ahmad ibn Mustafā Tāškubrīzādah (1495-1561) dijelaskan bahwa ilmu Teologi (al-ʿilmu l-ʾilāhīy) dalam pembagian rumpun ilmu merupakan bagian ilmu pertama dengan tingkatan yang tertinggi diantara ilmu-ilmu lain nya, karena ilmu ini meneliti pertanyaan-pertanyaan mengenai Tuhan yang mana Ia sebagai substansi tertinggi yang terpisahkan dari segala objek dan material dunia. Maka dari itu dalam filsafat, ilmu ini disebut pula sebagai ʿ"ilmu mā baʿda aṭ-ṭabīʿati" atau ilmu yang mempelajari sesuatu setelah fisika (metafisika).

Disini bisa kita tarik kaitan nya dengan Islam, bahwa Ilmu Teologi Islam merupakan disiplin ilmu ketuhanan (tauhid) yang fundamental dan relevan dengan rangkaian keilmuwan-keilmuwan islam (ulumu al-islāmīya) yang menekuni ilmu pengetahuan secara mendalam dan metodologis melalui fokus pada analisis teoretis dan empiris Islam beserta refleksinya dalam konteks tradisi akademik teologis. 

Ilmu Teologi Islam juga dikenal dengan nama lain nya ilmu Kalam atau Ushuluddin dalam keilmuwan Islam yang mana mempelajari pokok-pokok dasar agama Islam yaitu akidah, tauhid, juga i'tiqad.

Menurut Aḍuddīn al-Ījī (wafat 156H/1355M) ilmu Kalam ialah ilmu yang dengan-nya seseorang yang beragama islam mampu membuktikan keyakinan atau akidahnya dengan bukti-bukti yang kuat, sehingga dapat menolak kesesatan dalam berakidah.

Tujuan pokok ilmu Kalam ialah:
❖ Identifikasi, eksposisi dan penjelas dasar-dasar akidah
❖ Penguatan keyakinan dan iman seorang muslim
❖ Sarana dakwah dan pembelaan terhadap bantahan atau keraguan dalam berakidah 
❖ Peletakkan dasar bagi ilmu-ilmu keislaman lainnya

Adapun cabang disiplin keilmuwan islam yang mencakup dalam naungan Teologi Islam/Kalam (Dogmatic) ialah: 
  1. Tafsir (Quran exegesis), 
  2. Hadits (Hadith studies), 
  3. Sirah (Prophetic biography), 
  4. Fiqh (Islamic jurisprudence)
  5. Ushul Fiqh (Principles of Islamic jurisprudence) dan 
  6. Tasawwuf (Mysticism and Ethics).
Teologi Islam memiliki fokus lainnya juga pada pendidikan agama, studi banding atau perbandingan agama (yahudi, kristen dan islam sebagai agama monoteisme) serta penelitian islam kontemporer di Eropa dan dunia. 




Perkembangan Studi Islam di Eropa. Apa Perbedaan Islamic Studies dengan Islamic Theology?

Islamic Studies atau Studi Islam tentunya merupakan jurusan yang cukup baru di Eropa menggantikan serta meneruskan perkembangan dari mata kuliah Oriental Studies atau Middle Eastern Studies (Studi Timur Tengah) dan saat ini sudah tersebar di beberapa Universitas di Eropa, utamanya di Jerman di negara saya tinggal. 

Perkembangan dari Oriental Studies, Islamic Studies sampai ke Islamic Theology


Namun apakah yang menjadi pembeda utama antara Islamic Studies dengan Islamic Theology melalui kacamata pendidikan Eropa? 

Dalam sudut pandang barat, Islamic Studies ialah Studi Islam yang berkaitan pokok mengenai sejarah, sosial dan budaya Islam melalui sudut pandang netralitas dan objektivitas (Outside perspective) yang tidak harus terikat dengan suatu keyakinan tertentu untuk meneliti/mempelajari agama Islam. Dalam arti bisa dikatakan bahwa seseorang yang mempelajari studi ini akan mendalami Islam dengan analistik secara umum dan independen. 

Dalam Islamic Studies seseorang bisa meneliti dan mengembangkan suatu teori dimana keyakinan (itiqad) itu sendiri dapat menjadi suatu pertanyaan atau dipertanyakan, sedangkan dalam Islamic Theology itu tidak. Salah satu tokoh orientalis atau ilmuwan barat yang terkenal di bidang Islamic Studies ialah Ignaz Goldziher, Timothy Winter, Anne-Marie Schimmel dll.

Disisi lain Islamic Theology membahas mengenai keilmuwan Islam melalui perspektif mendalam agama Islam (Inner perspective) yang berupaya aktif untuk mendefinisikan, membentuk dan menafsirkan isi agama Islam secara normatif dengan menjalankan praktek-praktek teologis dalam konteks relevansi Islam yang aktuel saat ini. Ilmuwan atau tokoh teolog islam yang terkenal di Eropa salah satunya ialah Muhammad Asad, Prof. Merdan Günes, Dr. Martin Mahmud Kellner dll.


Teologi Islam sebagai jembatan akademik diantara pendidikan islam di Eropa


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Salam,
Iqro


1 komentar: