﷽
Hati manusia layaknya perangkat bathin yang menjadi jalur komunikasi antara ruh dengan Sang Pencipta. Hati selalu menuntun kita berbuat baik, namun pikiran-pikiran serta nafsu manusia selalu menjadi hijab penghalang untuk menerima cahaya (nur) nya Allah. Hati umpama cermin yang menerima cahaya serta memantulkan nya dalam bentuk bias bayangan diri. Pikiran manusia layaknya kerikil, batu serta benda-benda dunia yang menghalangi pantulan cahaya terhadap cermin tersebut, sehingga yang terpantul ialah bayangan benda tersebut.
