Kamis, 11 Februari 2021

Mentadabburi Sebuah Jembatan Peradaban dari Kacamata Barat


29 Jumadil Akhir 1442 H

Sebelum berbicara sejarah negara lain, marilah kita sedikit berbicara dan flashback sejenak mengenai sejarah di negeri kita tercinta. Di Indonesia ada suatu hal yang mungkin tidak kita sadari dan masih banyak pula orang melupakan tentang terputusnya riwayat keilmuwan di zaman dahulu yang tidak kita pelajari kembali di saat ini.

Sejarah mencatat bahwa negeri kita pernah dijajah oleh bangsa Belanda kurang lebih selama 350 tahun atau 3,5 abad lamanya. Kedatangan awal Belanda ke Indonesia tidak lain bertujuan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Nusantara yang pada waktu itu dikuasai oleh pedagang-pedagang islam dari Gujarat, bangsa Arab dan Persia. Mungkin banyak dari kita yang teringat tentang masa penjajahan ialah akan penilaian buruknya, seperti sistem monopoli, perbudakan, tanam paksa dll. 

Namun disisi lain, ada pula sebagian hal positif yang perlu kita sadari, dimana kala orang-orang Belanda menjajah dan menguasai wilayah nusantara, mereka juga serta merta membangun pusat pendidikan berupa sekolah-sekolah di Indonesia dengan maksud sebagai balas budi dari sistem tanam paksa tersebut. Namun singkatnya setelah Indonesia merdeka, sangat disayangkan sekali bahwasanya para leluhur kita melepas seluruh hal yang bersangkutan dengan pengaruh asing termasuk sekolah-sekolah, literasi serta sistem pendidikan yang dibangun oleh Belanda pada jaman tersebut.

Maka dari situ kita secara tidak sadar melupakan keilmuwan yang dibawa dan diajarkan oleh Eropa yang tak lain disini ialah Belanda. Tidak banyak tersisa sekolah-sekolah yang dibangun Belanda saat ini, dan hal penting lain ialah tidak tersisanya buku-buku dan literasi Eropa pada saat itu baik itu yang berbahasa belanda maupun inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga terputuslah rantai keilmuwan yang pernah dibawa oleh Belanda di Indonesia.

Dibelahan bumi lain, ketika Belanda masuk ke Indonesia pada abad ke 16, peradaban Islam di Eropa tepatnya di wilayah semenanjung Balkan dan Spanyol baru saja mengalami keruntuhan. Islam yang dulu berkuasa selama kurang lebih 750 tahun lamanya di Spanyol akhirnya mengalami desintegrasi dan direbut kembali oleh bangsa Eropa. Setelah itu muncul lah masa Renaissance atau Golden Age bagi peradaban Eropa. 


Pertemuan nya Eropa dengan Dunia Islam secara geografis

Setelah direbutnya wilayah Eropa kembali melalui jalan Crusade atau yang kita kenal sebagai perang salib, banyak sekali keilmuwan meliputi buku-buku karya cendekiawan muslim disimpan dan dibawa oleh mereka untuk disimpan dan dipelajarinya, ada yang dibawa ke Inggris, Perancis, Jerman dan negara Eropa lainnya. Buku-buku tersebut di terjemahkan ke dalam berbagai bahasa mereka dan dipelajari oleh para orientalis dan ilmuwan barat, sehingga banyak ide-ide yang mereka ambil dan saat ini berkembang justru itu merupakan rintisan serta peninggalan karya-karya pemikiran cendekiawan muslim.

Dari situ sedikit hal yang bisa kita pelajari, ketika suatu peradaban menjajah suatu wilayah, tidak hanya bicara tentang territorial, agama dan politik. Tapi juga melihat dari sektor keilmuwan dan pendidikan nya. Ketika islam meninggalkan banyak sekali keilmuwan di negeri Spanyol seperti dikota Andalusia, Granada hingga Cordoba, bangsa Eropa begitu sangat diuntungkan akan adanya perebutan kembali wilayah tersebut dengan hasil tertinggalnya keilmuwan disana. Sumber-sumber buku translate seperti karya Avicenna (Ibnu Sina), Averroes (Ibnu Rusyd) dan ilmuwan dan filusuf muslim lainnya masih dapat kita temui sampai di era globalisasi saat ini. 

Disitulah peran kita sebagai generasi penerus intelektual muslim saat ini menjadi  "agent of change" untuk membawa kembali perubahan jaman kejayaan dan keemasan islam (Golden Age) kelak di tahun mendatang. Dan tentu besar harapan saya juga dengan mengkajinya studi islam disini, semoga sedikit lebihnya bisa membawa kontribusi disini walaupun tidak tampak nantinya, namun semoga bisa membawa perubahan akan kejayaan islam di Eropa di masa mendatang nanti.

Semoga kita semua sebagai muslim tergugah akan pentingnya kebangkitan dan kemajuan umat islam melalui kesadaran dan pentingnya pembaharuan dalam islam diseluruh aspek, baik melalui bidang pendidikan, politik, militer, juga di bidang teknologi, sosial, budaya dan sebagainya. Amīn Allahumma amīn..

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Salam,
Iqro


 

 


 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar