﷽
As-salāmu ʿalaykum wa-raḥmatu -llah
Ditengah hangatnya permasalahan aktual di Jerman mengenai pluralisme, radikalisme, islamofobia yang membuat banyaknya generasi muslim milenial yang keluar dari nilai-nilai keislaman. Terlebih sulitnya mencari ulama ahlus sunnah wal jamaah yang bersanad dan mempunyai kedalaman ilmu serta mampu berdakwah kepada masyarakat dengan sistem pendidikan yang mampu berintegrasi dengan Jerman.
Pada rubrik kali ini izinkan saya mengenalkan kehadiran salah seorang yang menjawab berbagai tantangan yang disebutkan melalui hadirnya seorang promotor, teolog, guru dan ulama yang masyhur di Jerman yang bernamakan Syekh Mahmud Kellner atau dengan nama lengkapnya Dr. Martin Mahmud Kellner. Beliau merupakan salah satu sosok ulama sunni di Jerman yang terlihat sederhana namun memiliki kemampuan berfikir yang cerdas dan kritis serta wawasan keilmuwan islam nya yang sangatlah luas dan bersanad mutthasil dengan para guru masyayihknya dari timur tengah.
Beliau yang lahir pada tahun 1971 di Bad Ischl, Austria, ini berkegiatan aktif mengajar sebagai profesor di fakultas Institute of Islamic Theology (IIT) di Osnabrück University. Ulama yang biasa disapa Syaikh Mahmud ini terlahir sebagai non-muslim dengan beragama kan kristen yang dibawa oleh kedua orang tuanya. Hidayah pun datang kala beliau dalam masa pencaharian nya akan Islam saat menjadi mahasiswa di Universitas Vienna. Tepat pada musim gugur tahun 1994 beliau mengikrarkan dua kalimat syahadat. Selang beberapa tahun setelahnya beliau menikahi seorang muslimah berdarah asalkan Tunisia yang bernama Ustadzah Mariem Dhouib. Bersama istrinya beliau memulai perjalanan menyelami samudera keilmuwan islam dengan memulai meninggalkan kota kelahiran nya di Austria untuk pergi hijrah ke Damaskus, Suriah.