18 Jumadil Akhir 1444 H
﷽
Kondisi Politik dan Sosial Masyarakat Muslim di Eropa
Berbicara Eropa, tentu kita mengenal perserikatan 27 negara di Eropa yang dikenal dengan nama UE (Uni Eropa). Dalam peraturan nya saat ini tidak disebutkan mengenai bagaimana hubungan antara negara dengan agama, tetapi lebih penetapan mengenai kebebasan beragama di suatu negara. Di negara-negara Eropa seperti Inggris Raya dan Yunani diterapkan sistem penetapan agama resmi. Disisi lain islam telah diakui sebagai suatu agama resmi di Austria yang tertuang pada keputusan yang didasarkan dalam konstitusi pada tahun 1912.
Ada sebuah sistem di Eropa dimana suatu negara terpisahkan dari urusan agama, yang disebut secularism (sekulerisme). Ada juga sistem yang lebih ekstrem lagi yaitu laicsm (laisisme), yang contohnya digunakan oleh negara Prancis. Laisisme adalah bentuk sistem pemisahan yang sangat ketat antara negara dengan agama, dimana agama disini tidak boleh terlihat dan tidak memiliki tempat sekalipun di ruang publik.
Membahas tingkah laku Eropa dengan Islam yang sudah terbentuk melalui konflik berkepanjangan dengan kebencian akan Islam mulai dari abad pertengahan (middle ages) tentunya membuat wajah muslim di Eropa saat ini digambarkan sebagai masyarakat sosial yang negatif.
| https://www.trtworld.com/europe/european-muslims-seek-protective-laws-in-the-face-of-rising-hate-crimes-25488 |
Dari sini muncul lah pertanyaan, “Bagaimana sebenarnya mendefiniskan identitas seseorang muslim? harus seperti apa kah seorang muslim di Eropa itu? orientasi ke islam nya atau ke Eropa nya?” Tentunya seseorang tidaklah harus melepas identitas keislaman nya di Eropa. Karena terlepas dari perbedaan budaya, agama maupun ras nya manusia bisa saling terus belajar dan saling menghargai satu sama lain.
Lalu pertanyaan berikutnya, “Bagaimana seseorang bisa di definisikan identitasnya sebagai seorang warga Eropa?” Apakah karena hal nya kristen dan yahudi yang terlalu Eropa sehingga membuat islam menjadi asing?
Padahal baik kristen maupun yahudi keduanya memiliki asal serta lahir dari luar wilayah Eropa. Oleh karena itu, pertanyaan apakah islam termasuk dalam Eropa masih menjadi perdebatan yang memiliki kaitan populis disini.
Pertemuan antara islam dengan Eropa tentunya tidak harus kita lihat hanya dari pertikaian perang nya saja, namun juga melalui pengaruh positiv dari muslim di Eropa terdahulu. Seperti di bidang pengetahuan keilmuwan, kesehatan hingga politik yang banyak membantu Eropa dari sejarahnya.
Istilah yang terkenal di Jerman seperti integration (integrasi) juga tidak memiliki definisi yang pasti. Di Jerman, integrasi umumnya disamakan dengan istilah asimilasi. Idealnya bagaimanapun itu integrasi harus didefinisikan dalam bentuk upaya manusia mempertahankan budaya, agama, dsb. tetapi tetap memberikan kontribusi kepada masyarakat serta berpartisipasi aktiv dalam politik dan sosial.
Di sisi lain umat muslim di Jerman kekurangan akan representative yang baik karena kurangnya otoritas keagamaan dalam negeri. Oleh karena itu, seorang muslim perlu juga terlibat dalam hal politik seperti mendirikan lembaga sosial dan pendidikan, mengikuti kegiatan akademik dan politis dll. Di tingkatan sosial juga masih terdapat kekurangan akan lembaga maupun pelayanan sosial seperti halnya penyelenggaraan kurban, zakat, aqiqah, penguburan jenazah dsb.
Juga karena kurangnya ilmuwan muslim dan alim ulama di Jerman, umat muslim di Jerman seringkali pula harus merujuk terkait masalah hukum agama kepada ulama-ulama dari luar negara. Yang menjadi masalahnya di sini ialah para alim ulama dari negara luar tidak dapat menempatkan diri nya di Jerman, karena mereka tidak begitu akrab dan sulit untuk beradaptasi dengan sistem liberal dan kehidupan barat seperti di Jerman. Oleh karena itu, diperlukan nya para cendekiawan dan ilmuwan muslim yang lahir dan besar terintegrasikan secara baik di Jerman maupun Eropa.
Pandangan Masa Depan untuk Muslim di Eropa
Salah satu hal penting bagi masa depan umat muslim di Eropa ialah dengan bagaimana mengamalkan afirmasi positif sebagai warga Eropa. Umat muslim harus mengenal budaya dan sejarah Eropa, serta tradisi keagamaan lainnya. Itulah sebabnya partisipasi umat islam dalam kehidupan sosial dan politik negara-negara Eropa sangatlah diperlukan. Muslim harus menyampaikan dengan yakin bahwa islam merupakan bagian dari Eropa baik secara historis di masa lalu, saat ini dan di masa yang akan mendatang.
Perlu juga ditekankan bahwasanya tidak ada satu pun agama yang berasal Eropa. Sehingga mayoritas muslim yang lahir dan juga besar di Eropa, bukanlah seorang imigran. Oleh karena itu, muslim dan islam adalah suatu bagian dari integral Eropa. Yang menjadi tantangan besar yang dihadapi oleh muslim di Eropa ialah berkembangnya diskriminasi dan islamofobia yang tersebar di berbagai penjuru Eropa, yang merupakan konsekuensi dari berkembangnya diskurs narasi politik.
Seorang jurnalis swiss yang berdarah asalkan mesir, Tariq Ramadan menyatakan bahwa kehidupan muslim di Eropa setidaknya memerlukan 7C, yang tak lain ialah:
- Confidence: Seorang muslim harus percaya diri sehingga bisa merepresentativkan Islam secara baik.
- Consistency: Seorang muslim harus konsisten dalam setiap bidang yang ia tekuni.
- Critical mind: Berfikir kritis terutama dengan diri nya sendiri
- Communication: Seorang muslim bisa berkomunikasi baik dengan sesama tanpa menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain.
- Contribution: Ikut aktif mengikuti kegiatan dan kelembagaan baik itu ditingkat politik maupun sosial.
- Citizenship: Memliki identitas kewarganegaraan yang jelas.
- Creativity: Penting nya memiliki kreativitas untuk mewujudkan visi serta inspirasi baru di dalam ragam perbedaan di masyarakat.
Seiring waktu bahwa diskurs tentang narasi negativ mengenai islam perlahan demi perlahan berubah dan saat ini alhamdulillah telah terdapati beragam sudut padang dan perspektiv yang baik terhadap islam di Jerman dan Eropa, dan insyaAllah harapan nya di waktu yang mendatang akan terus berkembang dan bertambahnya cahaya islam menyinari seantreo bumi Eropa melalui pengwujudan karakter muslim yang membawa perubahan dan pembaharuan disertai dengan akhlak baik sebagai cerminan agama Islam yang raḥmatan li l-ʿalamīn. Amīn Allahumma amīn.
والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
Salam,
Iqro